Mengenal Kuliner Khas Nusantara

Foto: kompasiana

Foto: kompasiana

Indonesia memiliki segudang kuliner khas nusantara yang beragam rasa dan jenisnya. Mulai dari gado-gado, gudeg, sop ikan dan masih banyak lagi. Nah, sudah tahu kah kamu asal muasal sejarah makanan khas Nusantara? berikut ulasannya seperti yang dilansir dari abraresto.com

Gado Gado

Makanan yang penuh dengan sayuran dan dilimuri bumbu kacang ini tentuna punya banyak penggemar. Meski begitu, sejarah tentang asal muasal makanan favorit ini sebenernya kurang jelas juga! Diperkirakan bahwa gado gado awalnya adalah racikan orang Betawi. Namun, karena pengaruh budaya Jawa juga, kata “gado gado” ujungnya dicap ke hidangan ini karena bisa dimakan tanpa nasi atau “digado.”

Soto Betawi

Soto yang biasanya sangat gurih dan lezat ini biasanya digemari mereka yang berani makan jeroan semacam paru-paru, usus ataupun hati. Meskipun soto betawi sendiri udah tercatat keberadaannya untuk beratus tahun, namun nama populernya yaitu “soto betawi” sendiri baru populer di sekitar tahun 1978.

Di sekitar tahun ini, ada seorang penjual soto yang bener-bener mengangkat nama hidangan tersebut menjadi “soto Betawi.” Sebelumnya, kebanyakan pedagang menganggap soto tersebut adalah soto kaki namanya.

Nasi Goreng

Makanan andalah hampir semua orang ini cocok dimakan kapan aja dan di mana aja. Hidangan setiap saat ini tentu berasal dari negara Tiongkok! Konon katanya, penduduk Tiongkok nggak suka makan makanan yang dingin. Oleh karena itu, nasi hasil masakan malam sebelumnya kembali diolah dan digoreng sehingga menghasilkan nasi goreng.

Nasi Uduk

Dari nasi yang digoreng kita beralih ke nasi yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah lainnya. Kabarnya cara memasak nasi uduk dibawa oleh perantau dari semenanjung Melayu (negara Malaysia dan Thailand) dan juga pulau Sumatera. Konon katanya, nasi uduk udah mulai diperjual belikan sejak abad ke-14 loh! Katanya, istilah “nasi uduk” asalnya dari bahasa Sunda yang memiliki arti bersatu atau bercampur.

Gudeg

Bagi kamu yang ngaku orang Jawa, pasti udah familiar banget sama yang namanya gudeg! Walaupun pada umumnya ada dua jenis gudeg, yaitu basah dan kering, di jaman dahulu masyarakat Yogyakarta hanya mengenal gudeg basah.

Sejarah dari gudeg sendiri sebenarnya belum ada yang benar-benar diverifikasi, namun cerita asal muasal gudeg yang paling populer adalah bahwa makanan tersebut adalah makanan favorit Kraton Yogyakarta sejak dahulu kala yang resepnya diajarkan secara turun temurun. Katanya, gudeg jadi populer karena bahan bakunya yakni nangka mudah didapatkan dan diolah.

Rendang

Sejarah makanan khas Sumatera Barat yang satu ini bisa kita telusuri mulai dari abad ke-16, di mana udah ada catatan-catatan dari pedagang Melayu yang mencoba sesuatu yang namanya rendang.

Pada dasarnya, rendang berasal dari daerah Minangkabau dan katanya rendang udah dimasak oleh masyarakat Minang sejak mereka mulai mengadakan acara-acara adat yang heboh untuk pertama kalinya!

Aneka Sate

Sate adalah salah satu makanan khas Indonesia yang variasinya paling banyak. Ada sate Ponorogo, sate Padang, sate Banjar, dan masih banyak lagi! Menurut legenda, “sate” atau “satai” berasal dari bahasa Tamil. Di Indonesia sendiri, sate baru mulai merakyat sejak abad ke-19 karena pengaruh pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India yang merantau ke Indonesia.

Sejak saat itulah hidangan sate berhasil mengkait hati rakyat Indonesia dan menyebar ke seluruh penjuru tanah air sehingga menghasilkan jenis-jenis sate lainnya yang unik dan lezat!