Muara Enim Rawan Warga Negara Asing Ilegal

sosialisasi-kewarganegaraan

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Sebagai daerah yang memiliki letak georafis strategis di Sumsel, ditambah lagi tinginya mobilitas penduduk, mengakibatkan Muara Enim rawan dengan keberadaan warga negara asing (WNA) ilegal.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kemekumham) Provinsi Sumatera Selatan, Sudirman D Hury, pada kegiatan Sosialisasi Kewarganegaraan yang diselenggarkaan Kanwil Kemenkumham Provinsi Sumsel di Ballroom Hotel Grand Zuri Muara Enim, Selasa (14/2/2017).

BERITA LAINNYA:

“Muara Enim sebagai daerah yang strategis di Sumsel sangat mungkinkan terdapat masyarakat yang status warga negaranya tidak jelas. Camat dan lurah diminta waspada dan segera mendata serta ┬ámelaporkan bila mengetahui keberadaan WNA di wilayahnya masing-masing,” kata Sudirman.

Untuk itu, para camat dan lurah harus memiliki pemahaman tentang peraturan kewarganegaraan, sehingga dapat memantau warga negara asing yang tinggal di desa dan kelurahannya.

Menurut Sudirman, berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan, bagi setiap orang yang tinggal dan menetap di Indonesia maka status warga negaranya menjadi penting.

Ditambahkannya, status kewarganegaraan tidak jelas salah satunya disebabkan perkawinan campuran, ibu WNI dan ayah WNA, kemudian kewarganegaraan penduduk tetapi bukan warga negara, juga warga yang tinggal di daerah perbatasan.

“Karena itu, perlu diberikan pemahaman lebih tentang kewarganegaraan supaya tidak muncul lagi permasalahan kewarganegaraan khususnya bagi warga negara asing,” ujar Sulaiman.

Sebagai informasi, di bulan Januari 2017 saja, Imigrasi Kelas II Muara Enim sudah memulangkan 43 WNA, yang berasal dari Bangladesh sebanyak 19 orang dan Tiongkok sebanya 24 orang . WNA tersebut kebanyakan menyalahgunakan visa kunjungan untuk bekerja meski izin tinggalnya masih berlaku.