Marwan Jafar: Mau jadi Pendamping Desa, Eks PNPM Harus Ikut Seleksi

PALUGADANEWS.COM, JAKARTA — Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan,  bagi para eks PNMP yang mau menjadi pendamping desa, harus mengikuti seleksi.

Hal tersebut ditegaskan Marwan menjawab keinginan eks pendamping Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) agar ditunjuk langsung menjadi pendamping desa tanpa seleksi.

“Ada kelompok yang tidak ikut seleksi, maunya ditetapkan lima taun. Kalau masih mau, opsi ikut seleksi kedua, silakan ikut,” kata Marwan dalam konferensi pers
di kantornya, Minggu  lalu (10/4).

Marwan Jafar (Foto: Antara)

Marwan Jafar (Foto: Antara)

Menurut Marwan, permintaan eks pendamping PNPM tersebut menyalahi aturan karena dalam peraturan Menteri  Desa Nomor 3 Tahun 2015 Pasal 23 secara jelas menyebut bahwa rekrutmen pendamping desa, pendamping teknik dan tenaga ahli, pemberdayaan masyarakat dilakukan secara terbuka.

“30 persen dari mereka yang ikut seleksi, kalian loloskan pendampingan desa. Mereka kan faksi-faksi juga, ada yang ikut dan tidak. Kalau tidak mau seleksi, mereka menegasikan hak warga negara yang lain,” tegas Marwan.

Marwan membantah bahwa Kementerian Desa mengakibatkan orang-orang yang tergabung dalam PNPM ini kehilangan pekerjaan mereka. Program ini sudah lama berakhir sejak Desember 2016, saat masih di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri.

Justru, Kemendes kembali merangul mereka menjadi pendamping desa sebelum akhirnya melakukan seleksi tersebut. “Kami tidak melakukan kontrak dari kecamatan atau kabupaten. Justru menggunakan jasa mereka,” kata Marwan.

Sumber : Kompas

 

BERITA LAINNYA

Ahok diperiksa KPK 12 Jam
Bank Dunia Bantu Dana Cegah Kebakaran Di Sumsel
Program Berobat Gratis Dihentikan
Presiden Minta Mendagri Hapus 3000 Perda Bermasalah
Ibu Hamil Dapatkan PKH Rp1,2 Juta
Pemerintah Pangkas APBN-P, Keuangan Daerah Terancam