Colorful Muara Enim Festival Dinilai Hamburkan Uang

Panggung megah Festival Anak Cerdas Berakhlak tahun 2019 yang sepi pengunjung.

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Gelaran berbagai festival dalam kegiatan bertajuk Colorful Muara Enim Festival yang telah diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Muara Enim sepanjang tahun 2019, dituding sebagai ajang menghamburkan uang negara. Besarnya biaya yang digulirkan pemerintah dinilai tidak sebanding dengan pendapatan pariwisata.

Seperti salah satu rangkaian Colorful Muara Enim Festival yaitu Festival Anak Cerdas Berakhlak tahun 2019 yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Muara Enim, Jumat (15/11/2019). Festival ini merupakan ajang mempromosikan pariwisata di Kabupaten Muara Enim, semestinya mampu menarik minat pengunjung untuk menyaksikan kegiatan tersebut.

Baca Juga:

Namun kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim dengan dana ratusan juta rupiah menghadirkan bintang tamu cilik Aishwa Nahla dari Palembang malah sepi pengunjung.

Seorang tokoh masyarakat yang seorang juga jurnalis di Muara Enim, Hijazi, mengatakan, setiap kali melakukan liputan Festival Colorful Muara Enim, jarang sekali diramaikan oleh masyarakat apalagi wisatawan baik lokal maupun dari luara Muara Enim.

Dia menyayangkan kegiatan yang menggunakan jasa event organizer dengan panggung megah dan menghabiskan anggaran ratusan juta tersebut hanya seperti kegiatan seremonial biasa.

“Kalau melihat dari panggungnya saja, itu anggarannya tidak sedikit. Namun rasanya sama sekali seperti bukan festival, karena sepi dari penonton. Masyarakat yang menyaksikan pun tak banyak,” ungkap Jazzi.

Tak hanya itu saja, lanjut dia, panitia juga sama sekali tidak melibatkan awak media yang bertugas di Muara Enim dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan, setiap kali ada festival, awak media tidak dilibatkan, baik dalam rapat maupun saat hari H. Terkadang kami saja tidak tahu festival apa yang sedang digelar, tiba-tiba sudah ada acaranya, ya sebagai profesional kalau kami tahu ya kami liput. Namun itu tadi sejauh ini festival yang digelar gaungnya belum terasa,” ujarnya.

Senada dengan Hijazi, Ketua Pemuda Muhamadiyah Muara Enim Yones Tober Simamora mengatakan, secara umum festival yang diadakan oleh pemkab Muara Enim gaungnya belum terasa. Kesannya kegiatan itu hanya menghabiskan anggaran negara.

“Sekarang harus dilihat dulu konteknya, kalau memang sebagai untuk ajang promosi wisata, akan lebih efektif apabila Pemkab langsung menuju pembenahan terhadap objek wisatanya saja. Jika objek wisatanya ada dan telah dikelolah dengan maksimal baru promosinya digencarkan, ketiban hanya sekedar hura-hura dan menghabiskan anggaran saja, yang difikirkan adalah inputnya setelah adanya kegiatan itu apa,” ujar dia.

Menurut Yones, banyak masyarakat Muara Enim yang tidak tahu akan adanya Festival Colorful Muara Enim.

“Kami saja terkadang tidak tahu bahwa akan ada festival, tiba-tiba terlihat ada panggung dan ada acara. Kami tidak pernah mendengar ada sosialisasi Colorful Muara Enim Festival langsung ke masyarakat ataupun yang disiarkan melalui media-media resmi, karena informasinya juga kurang,” lanjut dia.

Yones berharap, festival yang akan digelar dievaluasi kembali dengan harapan sektor pariwisata di Kabupaten Muara Enim dapat benar-benar maju dan berkembang.

“Kami berharap agar kegiatan festival ini dievaluasi sehingga sektor pariwisata di Muara Enim benar-benar maju,” kata dia.