PT TeL PP Siap Bangun Masjid Desa Dalam

Pertemuan warga Desa Dalam, Kecamatan Belimbing, dengan PT TeL PP, Selasa (6/11/2019).

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM –  Masyarakat Desa Dalam, Kecamatan Belimbing melakukan unjuk rasa terhadap PT PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper (PT TeL PP), Selasa(5/11/2019).

Salah seorang perwakilan warga, Gunawan, menyampaikan aksi yang mereka gelar dilatar belakangi kecemburuan sosial masyarakat atas bantuan yang diberikan perusahaan kepada Desa Dalam sangat kurang.

Baca Juga:

“Kita menggelar aksi didasari atas dasar kecemburuan sosial. Kami inginkan PT. TeL PP melakukan pengambilalihan pembangunan Masjid Al-Hikmah secara total. Kita juga menuntut pihak perusahaan agar ada keterbukaan informasi dalam segala bidang ke masyarakat termasuk berkaitan dengan CSR dan penerimaan karyawan,” pungkasnya.

Para demonstran kemudian melakukan pertemuan yang dihadiri Kabag Ops Polres Muara Enim Kompol Irwan Andeta, Kapolsek Gunung Megang AKP Feryanto, Kapolsek Rambang Dangku, Direktur umum dan SDM PT TeL PP Fauzan, Manajer CSR Najamudin dan sejumlah pimpinan sub-kon di PT. TeL PP.

Menanggapi tuntutan warga, PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper (PT TeL PP) melalui melalui HR GA & CSR DIV HEAD, Mochammad Ambrodji, mengatakan pihaknya siap membantu pembangunan Masjid Al-Hikmah di Desa Dalam, Kecamatan Belimbing.

“Insya Allah kita siap membangun Masjid Al-Hikmah secara bertahap. Dimulai dengang pembangunan platfon oleh PT TeL PP dan MCK akan dibuatkan oleh PT Truba. Terkait ini silahkan pengurus masjid berkomunikasi dengan pihak perusahaan,” ungkapnya, Selasa (05/11/2019).

Terkait air bersih, Amodji mengatakan, PT TeL PP telah melakukan pendistribusian air bersih secara kontinue serta menyiapkaan tedmon untuk stok air bersih.

“Kita siap mendistribusikan air bersih dalam dua hari sekali dan memberikan tedmod sebanyak enam unit untuk masyarakat,” terangnya.

Kemudian untuk tenaga kerja, PT TeL PP dan sub-kon selalu melakukan penerimaan karyawan secara tertib. Informasi selalu di sampaikan melalui disnaker, camat, dan kepala desa.

“Kita telah informasikan ke disnaker, camat, dan kades kalau terkait lamaran pekerjaan. Sedangkan tentang keberadaan tenaga kerja yang bekerja di PT TeL PP dan sub-kon, kita contohkan di dua perusahaan yaitu di PT Taihi terdapat 70 an karyawan yang dipekerjakan dan 8 orang karyawan berasal dari Desa Dalam. Kemudian di PT Truba 96 orang warga setempat yang bekerja. Begitu juga dibeberapa sub-kon yang lain pun juga ada,” lanjutnya.