Pemkab Muara Enim Bentuk Satgas Cegah Serangan Harimau

Rakor Satgas Khusus menangangi konflik harimau dengan warga.

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Warga Kabupaten Muara Enim wilayah Kecamatan Semende dan Tanjung Agung akhir-akhir ini resah pasca tewasnya dua orang akibat diterkam harimau.

Mengantisipasi agar tidak kembali terjadi korban jiwa, Pemkab Muara Enim bersama TNI/Polri, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sumatera Selatan membentuk Satgas Khusus menangani konflik harimau dengan warga.

Berita Terkait:

Hal tersebut terungkap dalam rapat yang  dipimpin Plt Bupati Muara Enim Juarsah bersama Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono, Dandim 0404 Muara Enim Letkol Safruddin, Kasi wilayah Konservasi Matrialis BKSDA, OPD dan camat, Selasa (31/12/2019), di kantor Bappeda Muara Enim.

Dalam rapat tersebut Juarsah menyampaikan kejadian serangan binatang buas harimau yang menelan korban jiwa, di Pagar Alam, Lahat, Muara Enim, akhir-akhir ini memang telah meresahkan warga.

“Penyebab harimau ganas yang menyerang manusia, hingga tewas yakni diduga faktor ekspansi pertambangan kehutanan, perkebunan,maupun penyebab lainnya yang telah merusak habitat mereka sehingga mereka emosional dan ganas menyerang manusia,” ungkapnya

“Pemerintah pusat dan daerah bersama pihak terkait lainnya, kata dia, segera bertindak agar keganasan harimau, segera bisa diatasi dengan menangkap harimau itu hidup atau mati.

Juarsah mengatakan, tindakan ini harus diambil agar masyarakat tidak lagi merasa khawatir untuk beraktivitas, khususnya para petani.

Menurut dia, Satgas pemburu harimau ini berasal dari anggota TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup yang efektif bertugas mulai 1 Januari 2020.

”Saat ini tetap ada petugas yang berjaga, baik dari TNI dan Polri maupun dari BKSDA. Untuk Satgas sendiri mulai efektif per 1 Januari 2020,” jelasnya.