Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Sidang terdakwa Robi Okta Fahlevi di Pengadilan Tipikor Palembang.

PALUGADANEWS.com, PALEMBANG –   Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang menjatuhkan vonis terhadap Robi Okta Fahlevi, dengan 3 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Hakim menilai Direktur PT Indo Paser Beton dan CV Ayas & Co ini terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum menyuap Bupati nonaktif Muara Enim, Ahmad Yani untuk mendapatkan 16 proyek jalan senilai Rp 13,4 miliar.

Baca Juga:

“Menyatakan terdakwa terbukti melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Pasal ayat 1 KUHP, dengan penjara selama 3 tahun, denda Rp 250 juta subsider enam bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Abu Hanifah membacakan putusannya di Pengadilan Tipikor Palembang,

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roy Riyadi mengaku puas dengan putusan hakim. Karena tidak berbeda dengan dakwaan. “Vonis yang dijatuhi majelis hakim sudah sesuai dengan tuntutan dari JPU,” ujarnya.

Robi diketahui memberikan suap untuk mendapatkan 16 paket proyek jalan di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Suap sebesar Rp13,4 miliar tersebut diberikan kepada Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani melalui Kabid Pembangunan Dinas PUPR Muara Enim yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Elfin Muchtar.

Selain itu Ahmad Yani, Wakil Bupati Muara Enim Juarsah juga disebut menerima suap senilai Rp 2 Miliar. Sementara Ketua DPRD Muara enim Arie HB juga disebut ikut menerima komitmen fee sebesar Rp 3,3 miliar.