BPBD Muara Enim Terkendala Kurang Personel

Tasman, Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM–┬áBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim mengakui upaya menghadapi kemungkinan terjadi bencana alam di Kabupaten Muara Enim masih terkendala jumlah personel.

Kepala BPBD Muara Enim, Tasman mengatakan, saat ini jumlah personel BPBD hanya 20 orang. Jumlah tersebut, kata dia, sangat kurang untuk menangani bencana di Muara Enim wilayahnya cukup luas.

“BPBD masih mengandalkan 20 personel, sedangkan wilayah kami tangani luas mencapai 20 kecamatan, tentu ini masih jadi kendala utama kami untuk melakukan penanganan bencana bila sewaktu-waktu terjadi,” terang Tasman, usai mengikuti rapat persiapan bencana di Muara Enim, Selasa (09/01/2017).

Saat ini, kata dia, BPBD Muara Enim tengah bersiap menghadapi bencana alam memasuki musim hujan yang telah berlangsung sejak Oktober 2017 lalu. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) siaga Bencana yang ditandatangani Gubernur Sumatera Selatan dan ditindaklanjut Bupati Muara Enim.


Berita Terkait:


“Dalam SK tersebut, seluruh BPBD didaerah agar bersiap-siap menghadapi potensi kemungkinan bencana, khusus wilayah Muara Enim dalam waktu dekat kita bakal siapkan posko siaga banjir dan tanah longsor,”ungkapnya

Dikatakan Tasman, beberapa titik yang sering terjadi bencana di wilayah Muara Enim terutama bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung yaituTanjung Agung, Semende Darat Ulu, Muara Enim, Muara Belida dan Sungai Rotan.

Pihaknya, kata Tasman, telah menyiapkan personel dan peralatan, dan siap mengajukan dana penanganan bencana kepada BNPB pusat jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Dana tersebut diajukan jika terjadi bencana minimal 7 hari dan maksimal 14 hari.

“Besaran dana tergantung seberapa besar dampak bencana yang terjadi, namun kita berharap segala potensi bencana agar cepat diantisipasi sebelum terjadi agar dapat menghindari adanya korban maupun kerugian materil,” pungkasnya.